Pasokan Semen Nasional 102 Juta Ton pada 2017

posted in: Berita | 0

Sumber : Bisnis Indonesia

JAKARTA — Kementerian Perindustrian memperkirakan total kapasitas semen nasional pada 2017 akan mencapai 102 juta ton dari total kebutuhan 70 juta ton per tahun, seiring dengan tingginya realisasi investasi pada industri semen di dalam negeri.

Harjanto, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kemenperin, mengatakan kendati akan terjadi kelebihan pasokan semen, pihaknya tidak akan mengusulkan industri ini untuk masuk ke dalam daftar negatif investasi.

“Kami akan segera mengusulkan persyaratan teknis kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal [BKPM] khusus untuk industri semen. Salah satunya seperti investasi industri semen harus berada di luar Pulau Jawa,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Selain itu, syarat teknis lainnya adalah kapasitas produksi pab rik semen tidak boleh lebih tinggi dari tiga kali lipat total kebutuhan semen dalam satu provinsi.

Kemudian, penggunaan teknologi harus ramah lingkungan serta rendah konsumsi energi. Dengan demikian, investasi yang masuk ke dalam industri semen dalam negeri harus benar-benar memiliki daya saing, ramah lingkungan, dan berada di luar Pulau Jawa. Pengaturan lebih lanjut terdapat beberapa spesifikasi teknis pabrik yang harus dipenuhi investor.

Menurutnya, pemerintah tidak akan mengizinkan pendirian pabrik semen relokasi dari negara lain dengan teknologi rendah serta menggunakan energi dalam jumlah besar. Dengan demikian, pendirian industri semen akan lebih selektif.

Terkait dengan kelebihan pasokan yang akan terjadi pada 2017, sisa lebih produksi diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar ekspor. Saat ini terdapat lima pembangunan pabrik semen yang akan berproduksi optimal pada 2017, yaitu Jui Shin, Anhui Conch, Siam Cement, Cemindo Gemilang dan Panasia.

Dari kelima investasi ini, total tambahan semen nasional pada 2015 akan mencapai sembilan juta ton serta 7,5 juta ton klinker.

Pasokan ini akan bertambah menjadi 10,7 juta ton semen dan sembilan juta ton klinker pada 2016 dan 2017.

Pada tahun ini, lanjutnya, pemerintah tengah mendorong pembangunan pabrik semen terintegrasi. Di mana investasi diarahkan kepada pembangunan grinding plant dengan menggunakan klinker dalam negeri.

KONDISI TERKINI

Saat ini total kapasitas produksi semen nasional mencapai 68,7 juta ton dengan kemampuan produksi 59,85 juta ton. Pada 2014 jumlah ekspor semen asal Indonesia hanya 220.000 ton se mentara impor sebanyak 2,4 juta ton.Total kebutuhan semen

nasional diperkirakan mencapai 62,4 juta ton.

Sebelumnya (Bisnis, 7/5), He Yunfeng, General Manager Prosperity Indonesia, investor pabrik Anhui Conch, mengatakan kelebihan pasokan semen yang ter jadi di Indonesia hanya berjalan sementara, mengingat total ke butuhan semen untuk pembangunan infrastruktur sangat besar.

“Pada dasarnya perbandingan antara tingkat kebutuhan dengan kapasitas produksi masih belum terpenuhi. Analisa kami over supply semen yang saat ini di alami oleh Indonesia hanya berjalan sementara, Indonesia masih membutuhkan banyak semen untuk pembangunan infrastruktur,” katanya.

Oleh karena itu, untuk memenuhi permintaan semen dalam negeri yang akan terus meningkat, pihaknya tengah menjajaki pendirian pabrik semen kedua di Tuban, Jawa Timur dengan investasi tahap awal senilai US$400 juta.

Sebelum pabrik semen Anhui Conch di Kalimantan Selatan telah menelan investasi sebesar US$300 juta. Pabrik itu akan memproduksi 1 X 3.200 ton semen per hari. Kendati demikian, hingga saat ini pabrik di Kalsel masih kesulitan suplai listrik.

Saat ini operasional menggunakan pembangkit listrik sendiri dengan kapasitas 40 Megawatt. Di lain pihak, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Bobby Gafur Umar mengatakan pembangunan infrastruktur lima tahun ke depan yang mencapai Rp5.519 triliun diperkirakan membutuhkan 450 juta ton semen serta 150 juta ton besi baja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *